Sejarah Sepeda Veeno

Jumat, 04 Oktober 2013

Sepeda Veeno


1908 : Pieter van der Veen Rzn, yang telah datang ke Bedum untuk menangani reparasi sepeda di tukang tembaga Bodewes, memulai usahanya sendiri di sebuah gudang di belakang rumahnya. Disini ia memproduksi sepeda “Bedum”, bekerja sebagai tukang tembaga, dan menjua, mereparasi, tukang tambal nikel dan memernis berbagai onderdil.

1911 : Meskipun sebelumnya disebut “P. van der Veer Rzn, tukang tembaga dan pembuat sepeda”, perusahaan ini untuk pertama kalinya memiliki nama merek yang nyata : pembuat sepeda “Bedum”. Pada tahun 1912, sebuah sepeda “Bedum” baru akan berharga Hfl.40,-, sudah termasuk garansi satu tahun.

1917 : Van den Veen membangun sebuah pabrik baru di Noodwolderweg, pembuat sepeda Veeno. Nama ini merupakan singkatan dari Van der Veen dan ekstensi “o”, karena penggunaan nama Bedum tidak lagi dizinkian karena diambil dari nama geografis. Nama ini harus mengandung lima huruf karena ruang yang sudah dipesan pada semua onderdil. Bangunan baru ini berisi peralatan nikel dan enamel, mesin sandblowing, bengkel mobil dan reparasi mesin dan sebuah gudang. Selain itu juga melayani pesewaan mobil.

1920 : Perusahaan diubah menjadi public limited company (perseroan terbatas publik),”N. V. Rijwielenfabriek Veeno”.

1921 : Veeno membuat enam model yang berbeda (untuk perempuan dan laki – laki) : Express, Luxe A, Model A, Model B, Model C1 dan model C2). Kapasitas perusahaan ditingkatkan pada tahun ini, juga pada tahun 1928, 1930, 1939, dan 1957.

1923 : Veeno memperkenalkan model Truck.

1931 : Dengan dimulainya instalasi chroming modern baru mereka, Veeno bisa menyediakan onderdil berlapis nikel dan dilapisi krom. Mulai sekitar tahun 1933 ke depan, diperkenalkan apa yang disebut “Sepeda Pastor”. Ini merupakan model sepeda perempuan dengan kerangka yang lebih panjang dari biasanya, sehingga para suster dan pastor bisa mengendarai sepeda sambil mengenakan jubah mereka.

Pada tahun tiga puluhan, transport tricycles (sepeda angkutan roda tiga) muncul untuk pertama kalinya. Ada empat jenis : biasa (hanya casis), terbuka, dengan sebuah kotak tertutup, dan bahkan ada pilihan dengan sebuah mesin pembantu. (Veeno delivery tricycles)sepeda muatan roda tiga, pada prinsipnya sama dengan sepeda jenis Denmark “Long John”. Sepeda ini memiliki ciri “Tors safety forks” (porok keselamatan tors, sebuah disain khusus Veeno. Jumlah edisi sepeda jenis ini kemungkinan sangat terbatas. Yang baru pada masa itu adalah model tors dan Holfa (“Hollands Fabrikaat” = buatan Belanda)

1940 : Dalam sebuah surat kepada pelanggan mereka, Veeno dengan sopan meminta supaya mereka memesan sedikit mungkin. Tentu saja, hal ini berkaitan dengan perang. seperti perusahaan yang lain, Veeno menghadapi masalah dalam mencari bahan baku. Dalam masalah ini,seluruh pabrik diduduki oleh tentara Jerman.

1953 : R. J. Van der Veen, putera laki – laki pendirinya, menjadi co-director Veeno.

1958 : Pada peringatan hari jadi, P. Van der Veen Rzn, Pendiri dan direktur yang beusia 73 tahun meninggal. Tentu saja, pesta yang sudah direncanakan dibatalkan karena peristiwa sedih ini. Tahun enam puluhan merupakan tahun terbaik Veeno dari sisi produksi. Veeno memiliki reputasi yang sangat kuat dan penjualannya sangat bagus di seluruh Belanda. Pada saat ni, lebih dari 100 karaywan dikontrak dan outputnya sekitar 10.000 unit setiap tahun. Model – model yang terkenal adalah Rocket, Spirit, Veenolita dan Toer Populair,

Tetapi segera Veeno menghadapi masalah keuangan seperti kebanyakan pemain lainnya dalam industri sepeda. Pada tanggal 24 September 1965 moratorium pembayaran (penangguhan) diberikan kepada Veeno, Pada tahun 1966, jumlah karyawan dikurangi kurang lebih menjadi 35 orang.

1967 :  Tidakan penyelamatan ini juga gagal. Pada tanggal 10 Februari 1967 ‘N. V. Rijwielenfabriek Veeno’ dinyatakan bangkrut. Merek dagang Veeno diambil alih oleh Rijwielfabriek De Wilde di Nieuwe Niedorp, bersamaan dengan nama Veenolite, Tors, Rocket, Holfa dan Truck. Pembuat rangka ini Sluis di Surhuisterveen mengambil alih hak usahanya, tetapi perusahaan itu tetap bangkrut sesudah kebakaran pada tahun 1982. Sisa – sisanya diambil oleh Rivel di Surhuisterveen, yang pada gilirannya diambil alih oleh Union. Sekarang sepeda – sepeda Veeno dibuat oleh Union dan didistribusikan oleh Tweewieler Inkoop, en marketing Combinatie”, TWICO, sebuah organisasi pengecer.

Meski pun Veeno bukanlah perusahaan pembuat sepeda yang besar, kualitas bagus dari sepedanya tidak perlu diertanyakan lagi. Beberapa dari detil – detilnya dari tahun lima puluhan sampai enam puluhan  menunjukkan bahwa perusahaan ini agak konservatif.

Misalnya, mereka tetap membuat sepeda dengan siku Thompson 45 mm padat [solid 45 mm hompson bracket] (Gazelle adalah satu satunya yang menggunakan siku – siku ini yang bahkan lebih panjang pada sepeda muatan mereka). Porok dengan bantalan tertutup bisa ditemukan pada sepeda – sepeda Veeno sampai  tahun 1960. Akhirnya, sampai kurang lebih tahun 1960 Veeno hanya membuat roadster (28 x 1 “) sepeda dengan ukuran roda yang lebih kecil dan lebih murah.

Sumber : Wikipedia

Sepeda Simplex

Sepeda Simplex

Tahun 1887 : pabriknya didirikan di Utrecht Stationdwarsstraat (di Jalan Stasiun) dengan nama “Simplex Automatic Machine Company”.

Pendirinya seorang berkebangsaan Inggris, Charles Bingham.

Tahun 1890 :  Simplex memulai produksi sepedanya secara lengkap / utuh.

Piet Leeuwenberg dari Dekft pendirinya dan Charles Bingham masuk menjadi dewan direksinya tahun 1893. Keluarga Leeuwenberg menjadi wakil direksinya sampai tahun 1954.

Produksi sepeda Simplex pada tahun1896 telah mencapai 5000 buah sepeda setelah pindah tempat di Overtoom, Amsterdam. Tahun inilah Simplex mendapatkan status sebagai pabrik sepeda terbesar di Amsterdam.

Tahun 1899 : pabrik sepeda ini bernama NV Simplex, pabrik mesin, sepeda, dan motor.

Tahun 1908 : Simplex meluncurkan sebuah model sepeda roda tiga (khususnya untuk mengangkut orang sakit). Model ini secara tidak langsung untuk angkutan jarak jauh.

Tahun 1939 : Simplex memperkenalkan sebuah sepeda alumunium dengan berat 12 kg.

Produksi terhenti akibat perang antara tahun 1943 akhir tahun 1945.

Tahun 1952 : Simplex bergabung dengan Locomotief, dan sekitar tahun 1960 telah menghasilkan 55.000 sepeda. Berarti telah memberikan kontriusi 10% dari produksi sepeda di Belanda.

Sumber: Wikipedia

SEJARAH SEPEDA ONTHEL

Kamis, 03 Oktober 2013

SEJARAH SEPEDA ONTHEL


Pengertian

Sepeda adalah Sepeda adalah benda transportasi yang sederhana, tanpa motor sehingga di Indonesia dikenal sebagai kereta angin
Sejarah, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.

Adalah seorang Jerman bernama sang Baron Karls Drais von Sauerbronnt yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden , ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Conventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan  James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan  Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan Mobil dan Sepeda Motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Jenis-Jenis
Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.

Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
Sepeda mini-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga
Sepeda angkut-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos
Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah

Sejarah Sepeda Gunung

Sepeda gunung sebenarnya merupakan modifikasi dari sepeda yang digunakan di jalan raya. Sepeda jalan raya dibuat hanya untuk digunakan sebagai alat transportasi di jalan raya. Jika digunakan di daerah pegunungan (di jalan yang terjal) sepeda ini akan mudah sekali mengalami kerusakan. Hal ini membuat beberapa orang berupaya untuk menciptakan sepeda yang kuat untuk segala jenis medan.
Sepeda gunung, atau lebih dikenal dengan MTB (Mountain Bike) maupun ATB (All Terrain Bike), adalah sepeda yang dirancang khusus untuk bisa bertahan dalam melewati daerah pegunungan yang memiliki jalan yang tidak rata dan banyak bebatuan. Sepeda ini mempunyai disain ban yang lebih lebar dibanding sepeda jalan raya, yang bertujuan untuk mendapatkan traksi yang lebih baik.
Ada banyak perdebatan mengenai asal mula sepeda gunung pertama kali digunakan. Menurut beberapa catatan, sepeda gunung pertama kali diuji coba oleh Buffalo Soldiers, salah satu bagian dari angkatan darat Amerika Serikat. Sepeda ini dipersiapkan untuk melalui jalanan pegunungan oleh militer Amerika Serikat. Uji coba sepeda ini dilakukan oleh seorang serdadu yang membawa seorang perwira dari Missoulla melewati Montana menuju ke Yellowstone dalam perjalanan pulang dan pergi. Uji coba ini dilakukan pada bulan Agustus 1896.
Pada kisaran tahun 1930an sampai dengan 1950an, Joe Breeeze mengembangkan konsep sepeda yang serbaguna. Joe Breeze, yang tinggal di daerah Marin County, California, ini mengembangkan sepeda dengan bar-tire yang berkualitas tinggi. Sepeda ini menggunakan ban ‘balloon’ dengan satu tingkat kecepatan. Sepeda buatan Joe ini sempat menjadi trend pada masa itu.
Pada rentang waktu tahun 1951 sampai dengan 1956, sebuah komunitas di Perancis yang bernama Velo Cross Club Parison (VCCP), yang terdiri dari 20 orang pemuda yang gemar bersepeda, mengadakan sebuah kegiatan olah raga yang menjadi dasar dari olah raga sepeda gunung pada saat ini. Pada kegiatan olah raga tersebut, semua anggota dari VCCP menggunakan sepeda yang dimodifikasi khusus untuk kegiatan tersebut, yang diberi nama French 650-B.
Pada tahun 1953, John Finley Scott dari Amerika Serikat mengembangkan sebuah sepeda yang merupakan cikal bakal dari pembuatan sepeda gunung moderen. Sepeda yang dikembangkan oleh John Finley Scott ini diberi nama ‘Woodsie Bike’. Sepeda ini menggunakan frame dengan disain bentuk diamond yang dikembangkan oleh Schwin World. Selain itu sepeda ini menggunakan ban angin yang menggunakan ban dalam. Untuk meningkatkan keamanan, pada sepeda ini dilengkapi juga dengan flat-handle bars yang berfungsi sebagai pengaman dan penguat sepeda saat menjelajahi daerah pegunungan.
Untuk mengatur kecepatan dan percepatan sepeda ini, terdapat derailleur gears yang memudahkan pengendara untuk mengaturnya. Hal ini dapat mengurangi beban pengendara sehingga tidak terlalu berat dalam menjalankannya. Sedangkan untuk keamanan dan memaksimalkan hasil pengereman, maka pada sepeda ini dilengkapi dengan cantilever brakes.
Sekitar tahun 1970an, ada sebuah komunitas sepeda di California, Amerika Serikat yang ikut serta dalam pengembangan sepeda gunung. Komunitas tersebut bernama The Cupertino Riders alias the Morrow Dirt Club. Komunitas ini mengembangkan sepeda gunung yang dilengkapi dengan thumbshift operation. Selain itu komunitas yang bertempat di Cupertino, California ini mengaplikasikan rem yang biasa digunakan pada sepeda motor. Rem berbentuk piringan ini dipasangkan pada sepeda gunung buatannya. Sepeda ini mampu memenangkan berbagai kejuaraan yang digelar pada masa tersebut. Namun hal ini hanya bertahan sampai dengan tahun 1994.
Pada tahun 1977 Joe Breeze kembali ‘bermain’ dengan konsep-konsep sepeda gunung. Kali ini Joe mengembangkan sepeda gunung yang menggunakan bahan logam yang ringan untuk bagian bodi sepeda buatannya. Selain menggunakan logam yang ringan, sepeda buatan Joe juga dilengkapi dengan ukuran ban yang cukup lebar. Ban yang digunakannya berukuran 26 inci x 2รข…› inci. Jenis ban yang digunakan oleh Joe adalah jenis ban Uniroyal Knobby.
Sedangkan pelek yang digunakan pada sepeda ini adalah pelek Schwin S2. Selain itu juga dilengkapi dengan Phil Wood hubs. Sepeda ini cukup diminati. Joe Breeze akhirnya membuat 10 buah sepeda jenis ini pada bulan Juni 1978.
Pada rentang waktu akhir tahun 1970an sampai dengan awal 1980an, banyak industri sepeda yang mulai mengembangkan produksi sepedanya dengan menggunakan bahan material ringan yang berteknologi tinggi. Jika Joe Breeze melakukannya pada tahun 1978, lain halnya dengan Tom Ritchey. Bersama dengan Gary Fisher dan Charlie Kelley, Tom Ritchey membentuk sebuah firma yang mempruduksi sepeda dengan teknologi mutakhir. Perusahaan dengan nama MountainBikes ini turut ambil bagian dalam pameran industri perdagangan pada tahun 1983. Disain sepeda yang dihasilkan oleh perusahaan ini mengambil dasar dari sepeda jalan raya. Hanya saja pada sepeda gunung ini digunakan frame yang lebih lebar dan garpu penahan ban juga disesuaikan untuk menahan ban yang lebih lebar.
Untuk bagian handlebar juga berbeda. Pada sepeda gunung ini digunakan handlebar yang lurus, tanpa ada yang melengkung seperti pada sepeda untuk jalan raya. Selain itu, ada beberapa bagian dari sepeda ini yang mengambil disain dari sepeda BMX yang sudah ada.
Pada tahun 1983 untuk pertama kalinya sepeda gunung diproduksi secara masal. Produksi masal sepeda gunung ini pertama kali dilakukan di negeri Jepang oleh perusahan industri sepeda Specialized. Model yang digunakan pada sepeda ini mengambil disain dari sepeda hasil kreasi dari Tom Ritchey. Perbedaannya pada sepeda ini telah menggunakan 15 buah gir. Hal ini semakin meningkatkan performa dari sepeda gunung tersebut, juga membuat pengendara semakin mudah menggunakannya.